Navigation

Home

About IDP Norway

Vision and Mission

Field of Work

Country Experience

Organisational Structure

Publications

• Compendia

Links

Contact

EENET Asia

ILFE Toolkit: Afghanistan

ILFE Toolkit: Indonesia

EENET asia Newsletters : Edisi 9

Afghanistan Menuju Pendidikan Inklusif - Bagian 1/2

Prof. Lutfullah Safi dan Terje Magnuss√łnn Watterdal

Pada tahun 2008 Kementerian Pendidikan Afganistan (MOE) memutuskan untuk mengambil langkah awal terhadap pengembangan suatu sistem pendidikan yang inklusif dan ramah anak di Afganistan. Pada musim semi 2008 dibentuklah Koordinasi Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif (IECWG). IECWG diketuai oleh MOE dan UNESCO dan memiliki lebih dari 30 anggota dari organisasi non-pemerintah baik nasional maupun internasional, universitas-universitas dan badan-badan PBB. Pada Januari 2009, tidak lama setelah suksesnya kehadiran Kementerian Pendidikan Afganistan pada Konferensi Internasional tentang Pendidikan di Jenewa, Menteri Pendidikan meminta bantuan UNESCO dalam penyusunan Kebutuhan & Asesmen Hak atas Pendidikan Inklusif di Afghanistan. Seluruh anggota organisasi dari IECWG terlibat dalam proses dan kesepakatan tentang sebuah Peta Tujuan lima tahun menuju inklusi berbasis pada realitas tanah Afganistan. Pilar-pilar dalam Peta Tujuan juga didasari oleh pengalaman yang dibuat dalam 12 sekolah percontohan untuk pendidikan inklusif di Kabul. Inisiatif keberhasilan ini didukung oleh UNESCO dan UNICEF begitu juga Mine Action Coordination Centre of Afghanistan (MACCA). Peta Tujuan disetujui dan ditandatangani oleh Menteri Pendidikan pada kuartal ke-3 tahun 2009.

Pilar pertama diselesaikan pada Peta Tujuan adalah Penyusunan sebuah Rapat Diskusi Tingkat Tinggi tentang Pendidikan Inklusi dalam Kementerian Pendidikan untuk memastikan bahwa seluruh stakeholder utama dari pemerintah memiliki sebuah pengertian yang sama tentang pendidikan inklusif dan berbagi pengalaman proses menuju inklusi. Diskusi para pejabat tinggi ini diadakan di Kementerian Pendidikan di Kabul pada Juni 2010 dengan kehadiran lima perwakilan menteri, serta hampir seluruh direktur jenderal dan direktur lainnya dalam Kementerian. Pertemuan diadakan oleh Perwakilan Menteri untuk Urusan Akademik dan dipandu oleh UNESCO, UNICEF dan IECWG, yang dilaksanakan dengan dukungan dana dari SIDA (Swedish International Development Agency). Pertemuan ini sangat sukese dan para peserta setuju untuk mengadakan Konferensi Nasional tentang Pendidikan Inklusif pada tahun itu juga.

Sebagai hasil dari tingginya kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif dan ramah-anak, Kementerian Pendidikan memutuskan secara menyeluruh merubah struktur administratif dari Perwakilan Kementerian Bagian Akademik untuk memfasilitasi lebih baik penerapan pendidikan inklusif dan ramah-anak. UNESCO dan IECWG diminta saran-sarannya. Pendidikan Inklusif saat ini adalah sebuah Departemen yang berada di bawah Perwakilan Kementerian. Struktur yang diperbaharui disetujui oleh parlemen pada semester ke-2 tahun 2010.

Sesaat sebelum diadakannya Konferensi Nasional, Mr Patman, Deputi Menteri Bidang Akademik dan penasehat senior menghadiri Konferensi Dunia tentang Pendidikan Anak Usia Dini di Moskow. Dalam presentasinya beliau menyatakan bahwa: Prioritas utama pemerintah Afganistan untuk mengembangkan program Pendidikan dan Pelayanan Anak Usia Dini (PADU) dengan fokus khusus pada persiapan dan kesiapan sekolah bagi anak-anak yang paling rentan terhadap marginalisasi dari dan dalam pendidikan, untuk meningkatkan rata-rata pendaftaran dan mengurangi rata-rata putus sekolah di bangku sekolah dasar sebagai usaha untuk mendukung inisiatif lain dari PUS. Pengenalan ECCE dengan demikian merupakan aspek lain dari pemerintahan Afganistan untuk meningkatkan sistem pendidikan mereka dan mencapai tujuan dari Pendidikan untuk Semua (PUS) dengan membuat sekolah dan lembaga pendidikan lainnya (dari pra-dasar sampai tingkat lanjutan) menjadi lebih inklusif dan ramah-anak.

Konferensi Nasional tentang Pendidikan Inklusif dan Ramah-Anak diadakan di Kabul pada awal bulan Oktober 2010. Lebih dari 120 peserta dari pemerintah dan non-pemerintah dari seluruh Afganistan menghadiri konferensi dua hari tersebut. Pada akhir hari kedua para peserta membuat draft dan sepakat dalam Deklarasi Afganistan pada Pendidikan Inklusif dan Ramah-Anak. Deklarasi ini disampaikan kepada Wakil Menteri Bagian Akademik yang menyetujui deklarasi tersebut dan berjanji untuk menerapkan 19 butir aksi yang kesemuanya sejalan dengan Peta Tujuan menuju Inklusi serta Rencana Strategis Pendidikan Nasional II (2010 sampai 2014) dan didukung oleh Konstitusi dan Hukum Pendidikan tahun 2009 Afganistan.

Deklarasi Afganistan pada Pendidikan Inklusif dan Ramah-Anak - 5 Oktober 2010

Definisi Pendidikan Inklusif dan Ramah-Anak di Afganistan
Sebuah sistem pendidikan inklusif dan ramah-anak memastikan bahwa seluruh anak memiliki akses yang sama terhadap kualitas pendidikan tanpa memandang gender, usia, kemampuan, disabilitas/kecacatan, kondisi kesehatan, keadaan, baik sosial-ekonomi, agama, etnik dan latar belakang bahasa mereka.

Uraian Definisi:

Para Delegasi pada Konferensi Nasional Pendidikan Inklusif dan Ramah-Anak menyepakati hal-hal berikut:

Banyak yang telah dicapai dalam waktu yang sangat singkat di Afganistan. Namun tantangan yang ada masih menakutkan sebab sekitar 50% anak-anak usia sekolah tetap tidak bersekolah. Beberapa anak tidak pernah mendaftar sekolah, sementara yang lainnya putus sekolah atau dikeluarkan selama tahun-tahun sekolah mereka. Hal ini sering terjadi tanpa pejabat pendidikan, sekolah dan masyarakat menyadari sepenuhnya tentang tanggung jawab hukum mereka dalam menyediakan kualitas pendidikan bagi semua anak, tanpa memandang gender, kemampuan atau disabilitas, latar belakang sosial, ekonomi, budaya, etnis, bahasa atau agama mereka, atau kondisi kesehatan mereka. Kami akan melanjutkan perkembangan menuju inklusi di Afganistan ini pada bagian kedua dari artikel ini pada isyu EENET berikutnya.

Prof. Lutfullah Safi adalah seorang Penasehat Senior untuk Wakil Menteri Urusan Akademis. Beliau memiliki karier yang panjang dalam UNESCO dan UNICEF dan telah berperan dalam pengembangan pendidikan inklusif di Afganistan sejak beliau bergabung dengan Kementerian Pendidikan Afganistan beberapa tahun yang lalu. Anda dapat menghubungi Prof. Safi pada:

Mr. Terje Magnuss√łnn Watterdal adalah salah seorang editor dari EENET Asia dan telah bekerja untuk UNESCO Kabul dan Kementerian Pendidikan Afganistan pada pendidikan inklusif dan ramah-anak sejak 2008. Terje dapat dihubungi pada: