Navigation

Home

About IDP Norway

Vision and Mission

Field of Work

Country Experience

Organisational Structure

Publications

• Compendia

Links

Contact

EENET Asia

ILFE Toolkit: Afghanistan

ILFE Toolkit: Indonesia

EENET asia Newsletters : Edisi 9

Pendidikan dan Perkembangan Karier Anak-anak Orang Asli dari SK Runchang, Malaysia: Perspektif Orang Dalam

Dwee Chiew Yen, Chieng Khieng Hie, Norhayatunnisa Nordin, Puteri Aini Megat Yusop, Raihanah Abd Rahim dan Abdul Razaq Ahmad

Malaysia adalah negara multietnis yang kaya akan kebudayaan, warisan dan tradisi. Dari populasi penduduknya yang sekitar 27 juta jiwa, 0,5% adalah Orang Asli yang tinggal di daerah pedalaman di Semenanjung Malaysia. Istilah 'Orang Asli' berasal dari Bahasa Melayu dan dapat diterjemahkan sebagai "Penduduk Asli' atau 'Orang Pertama'. Menurut hukum, seorang Penduduk Asli dapat diartikan sebagai anggota dari sebuah kelompok etnis pribumi (baik berasal dari keturunan darah atau melalui adopsi) yang dapat berbicara dalam sebuah bahasa pribumi asli dan yang tunduk kepada adat-istiadat dan kepercayaan penduduk asli (Peraturan tentang Penduduk Asli 1954, revisi 1974).

Penduduk Asli, bukanlah masyarakat homogen tapi dibagi dalam tiga kategori yaitu Orang Asli Negritos, Senoi dan Proto-Melayu. Mereka lebih jauh dapat dibagi lagi ke dalam sub kelompok, yang semuanya dapat dibedakan, oleh penampilan fisik, kemampuan bahasa dan praktek budaya. Dengan kata lain, mereka adalah sekelompok orang-orang yang unik dengan bahasa, budaya, kepercayaan dan nilai yang berbeda.

Dari banyak isyu sehubungan dengan Penduduk Asli, pendidikan tetap menjadi perhatian nomer satu bagi pemerintah. Studi yang dilakukan oleh JHEOA (Lembaga Urusan Penduduk Asli) menunjukkan bahwa angka rata-rata putus sekolah di antara anak-anak dari Penduduk Asli jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Untuk setiap 100 anak-anak Penduduk Asli yang memasuki standar 1, hanya 6 yang akan diharapkan untuk melanjutkan studi mereka sampai dengan Tingkat 5. Ini sama dengan angka rata-rata putus sekolah adalah sebesar 94%. Fenomena ini mengkhawatirkan karena dapat mengancam bangsa kita dari segi sumber daya manusia yang berharga.

Untuk mengatasi masalah ini, Perdana Menteri Malaysia, Dato Seri Najib Tun Razak baru-baru ini telah mengajukan tiga komponen untuk memastikan keberhasilan Penduduk Asli dalam pendidikan. Selama upacara peletakan batu pertama untuk sekolah baru bagi Penduduk Asli di desa Simpai, Pekan, Pahang pada 25 Februari 2011, Najib menyarankan bahwa pertama-tama, sekolah sebaiknya dibangun dekat dengan perkampungan Penduduk Asli untuk memastikan kemudahan akses. Kedua, harus ada guru yang berdedikasi dan mau bekerja di perkampungan Penduduk Asli dan terakhir, para orangtua dari anak-anak Penduduk Asli menentukan pendidikan anak-anak mereka.

Negara bagian Pahang adalah tempat tinggal dengan jumlah Penduduk Asli tertinggi di Malaysia, sejumlah 54,293 orang atau 36% dari seluruh populasi Penduduk Asli. Di antara sub-etnis kelompok Penduduk Asli yang dapat ditemukan di Pahang adalah Jahut, Jakun, Semaqberi, Bateq, Semai, Temuan, Chewong, Semelai dan Temiar. Menurut statistik 2010, sejumlah 14,974 siswa Penduduk Asli terdapat di Pahang. Dari jumlah ini, 10,807 anak-anak Penduduk Asli terdaftar di sekolah dasar. Artikel ini akan memfokuskan pada isyu pendidikan dan perkembangan karier dari perspektif orangtua, para guru dan siswa dari SK Runchang yang berlokasi di Kampung Runchang, Pekan, Pahang. Kampung Runchang, yang dibangun dengan rencana pengelompokkan ulang, adalah tempat tinggal bagi 1821 Penduduk Asli dimana kebanyakan berasal dari kelompok Jakun.

Pengumpulan data dilakukan melalui sebuah program yang bernama EdePAC (Program Pengembangan Pendidikan bagi Komunitas Penduduk Asli) oleh mahasiswa yang mengambil kursus "Ilmu Kehidupan" di Universitas Nasional Malaysia (UKM). Sebuah pendekatan kualitatif melalui observasi, serta wawancara formal dan informal yang dilakukan dengan para orangtua, guru dan siswa dari Kampung Runchang dalam bahasa Melayu. Dalam artikel ini, hasil temuan dari perspektif para guru, orangtua dan siswa tentang pentingnya pendidikan dan pengembangan karier didasari oleh 2 tema yaitu tujuan dan penyebaran akan disajikan.

Tujuan
Tujuan mengacu pada maksud dan tujuan pendidikan dan perkembangan karier dari perspektif responden.

Orangtua
Dari pengamatan kami dan melalui hasil wawancara, kami menemukan bahwa banyak Penduduk Asli di Kampung Runchang sangat sadar akan pentingnya pendidikan. Mereka mendorong anak mereka untuk belajar giat karena mereka percaya hal ini akan memperbaiki kesempatan anak-anak mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan menjamin masa depan mereka. Beberapa orangtua menyampaikan bahwa mereka tidak ingin anak-anak mereka mengikuti jejak mereka menjalani kehidupan yang miskin dan sulit. Mereka juga, berharap anak-anak mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

”Jika mungkin saya ingin anak-anak untuk belajar. Saya tidak ingin mereka menderita seperti saya. Jika mereka mempunyai pendidikan, mereka akan mendapat pekerjaan yang lebih baik." (Ms. Saridah)

Para Guru
Pada umumnya, para guru dari SK Runchang berpendapat bahwa pendidikan adalah satu-satunya cara bagi Penduduk Asli untuk keluar dari situasi ini. Mereka berpikir hal ini sangat penting bagi anak-anak Penduduk Asli untuk mengenal melek huruf sehingga akan membuat mereka lebih mudah untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik di masa mendatang. Walaupun angka rata-rata kelulusan anak-anak Penduduk Asli Kampung Runchang pada UPSR (Tes Evaluasi Sekolah Dasar) tetap rendah (40% angka rata-rata kelulusan pada 2010), seorang siswa bernama Juyana berhasil membuat bangga sekolah dengan nilai istimewa 5 pada tahun 2010. Prestasinya telah menginspirasi para guru dan siswa dari SK Runchang.

Salah seorang guru yang mengajar kelas remediasi menempatkan kemampuan membaca dan menulis siswa sangatlah penting. Berdasar pengamatannya, banyak anak-anak Penduduk Asli menghadapi kesulitan dalam belajar sebagian karena mereka adalah generasi pertama yang belajar. Banyak dari mereka tidak datang ke sekolah secara teratur dan beralasan karena harus menjaga saudara mereka di rumah sementara orangtua mereka bekerja. Dalam hal karier, dia menyatakan bahwa banyak siswanya cenderung mengikuti jejak orangtuanya.

“Banyak dari mereka (para siswa) cenderung untuk mengikuti apa yang dilakukan orangtua mereka. Sebagai contoh, jika ayah mereka bertanam semangka, mereka berencana untuk melakukan hal yang sama." (Puan Wani, guru dari SK Runchang)

Para Siswa
Dari hasil wawancara informal yang dilakukan dengan 6 siswi kelas 6, diamati bahwa kebanyakan mengutip pilihan karier sebagai guru dan penyanyi. Ketika ditanya mengapa, mereka berkata mereka ingin mendidik generasi di masa depan. Alasan lain karena pengaruh dari bibinya. Ia bermimpi menjadi seorang guru seperti bibinya supaya ia dapat membeli mobil dan memiliki kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Namun, disadari bahwa tidak seorang pun dari para siswa membicarakan tentang karier yang lebih bergengsi dan berpenghasilan lebih tinggi seperti menjadi pengacara, dokter atau akuntan. Kebanyakan dari mereka senang datang ke sekolah untuk belajar dan berteman. Mereka menyebutkan bahwa matematika dan Bahasa Malaysia sebagai mata pelajaran favorite mereka karena mata pelajaran itu menarik dan menyenangkan.

Penyebaran
Penyebaran menguji bagaimana orangtua dan para guru memberikan kontribusi pada pendidikan dan perkembangan karier bagi anak-anak yang bersekolah.

Orangtua
Walaupun kelompok Penduduk Asli di Kampung Runchang umumnya memiliki standar hidup yang rendah, mereka menempatkan pentingnya pendidikan dan mendaftarkan anak-anak mereka di Taman Kanak-kanak pada awal usia 6 tahun. Ini menunjukkan keterlibatan orangtua mereka dalam mendorong anak-anak mereka untuk bersekolah. Kenyataan menunjukkan bahwa kebanyakan orangtua Penduduk Asli telah menerima sangat sedikit pendidikan formal atau tidak sama sekali, hal ini membuat mereka tidak mungkin dapat membantu anak-anak mereka dalam belajar. Beberapa dari orangtua, ketika ditanya, mengekspresikan bahwa mereka tidak yakin akan pencapaian dan ketertarikan anak-anak mereka pada sekolah.

Pada sisi lain, ada sedikit orangtua yang mengambil inisiatif untuk tetap belajar untuk membaca dan menulis dengan mendaftar pada kelas dewasa di sekolah. Hal ini agar mereka dapat menjadi panutan bagi anak-anak mereka.

Para Guru
Menurut salah seorang guru yang diwawancarai, program tambahan seperti program motivasi telah diadakan di SK Runchang untuk mendorong para siswa dalam ujian umum. Di masa lalu, sekolah telah mengundang Penduduk Asli yang telah sukses dalam kariernya sebagai pembicara dengan harapan bahwa mereka akan menjadi panutan dalam menginspirasi para siswa untuk tujuan tinggi dan melanjutkan pendidikan mereka.

Namun, tidak ada seminar pengembangan karier yang dilaksanakan di sekolah sejauh ini. Tambahan pula, tidak ada pembimbing di sekolah untuk memberikan saran atau bimbingan karier bagi siswa.

Para Siswa
Untuk mengetahui usaha apa saja yang dilakukan para siswa untuk memperbaiki studi mereka, mereka ditanya tentang pekerjaan rumah, latar belakang keluarga dan kebiasaan membaca. Diketahui bahwa sebagian besar dari siswa tidak menyelesaikan pekerjaan rumah mereka. Banyak dari mereka yang membantu orangtua dengan pekerjaan rumah atau lebih senang bermain-main dengan teman mereka di rumah. Lebih jauh, mereka menyebutkan bahwa juga sangat sulit untuk menyelesaikan pekerjaan rumah mereka karena di rumah tidak ada yang dapat membantu. Sementara itu tidak ada toko buku di desa, tidak ada perpustakaan umum di mana para siswa dapat meminjam buku. Mereka mengungkapkan ketertarikan mereka pada buku cerita dan menyebutkan bahwa mereka kadanga berkunjung ke perpustakaan umum untuk meminjam buku-buku bacaan.

Pengamatan Kerja Lapangan
Melalui kerja lapangan yang diadakan di Kampung Runchang, penulis telah mendapat pengetahuan yang dalam tentang kehidupan Penduduk Asli. Dari pengamatan kami, inilah yang kami temukan:

  1. Anak-anak di SK Runchang umumnya sangat pemalu dan memiliki rasa percaya diri yang rendah. Namun, selama kegiatan dilaksanakan mereka memiliki potensi untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka.
  2. Anak-anak Penduduk Asli terlihat menanggapi secara antusias terhadap kegiatan, yang melibatkan musik dan tari. Ketertarikan dan antusiasme mereka dalam kegiatan kelompok menunjukkan bahwa belajar aktif berjalan dengan baik bagi anak-anak Penduduk Asli.
  3. Dikarenakan minimnya pengetahuan tentang dunia luar, anak-anak Penduduk Asli Kampung Runchang tidak menyadari tentang seluruh pendidikan dan pilihan karier yang tersedia bagi mereka.
  4. Para guru dari SK Runchang masih menggunakan metode pengajaran tradisional seperti 'kapur dan bicara'. Hal ini mungkin tidak sangat efektif untuk belajar siswa.

Fieldwork Experience
Karena kita tidak pernah berhubungan dekat dengan masyarakat Penduduk Asli sebelumnya, kerja lapangan ini telah membuka mata kita dan mengubah sudut pandang kita terhadap mereka. Di bawah ini adalah beberapa pengalaman dan kesimpulan kami tentang program EdePAC:

  1. Kami tadinya menilai kepandaian Penduduk Asli berdasar pada performa akademis mereka yang rendah. Tapi dengan melihat sendiri pembelajaran dan lingkungan mereka, kami menyadari bahwa anak-anak ini memiliki potensi lebih secara akademis jika saja mereka memiliki akses terhadap sumber yang layak dan dukungan akademis.
  2. Pelajaran ini memberikan kita pemahaman pada metode untuk melaksanakan lapangan kerja dan riset melalui pengamatan dan wawancara.
    Kami juga berhasil menerapkan pengetahuan teroritis dalam pendidikan, khususnya pada metode penelitian kualitatif untuk mengumpulkan data melalui langkah yang sesuai
  3. Selama kerja lapangan, kami juga mendapatkan banyak petunjuk dan nasehat yang berguna dari pengawas kami yang membantu dalam memahami prosedur riset.
  4. Dalam persiapan program ini, kami juga belajar bagaimana menerapkan ketrampilan sederhana di luar kelas. Untuk memperoleh sponsor dari perusahaan swasta, sebagai contohnya, kami harus menggunakan ketrampilan berkomunikasi untuk meyakinkan mereka tentang pentingnya EdePAC. Kami percaya ketrampilan ini akan sangat menguntungkan kita bagi usaha kita di masa depan.

Saran-Saran
Dari data yang diperoleh, terbukti masih banyak yang harus dilakukan oleh semua pihak untuk meningkatkan pendidikan dan kesempatan perkembangan karier yang tersedia bagi anak-anak Penduduk Asli dari Kampung Runchang. Para guru memainkan peranan penting dalam menciptakan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pilihan karier, tapi hal ini saja tidaklah cukup. Kami menyarankan adanya perbincangan karier atau seminar yang diadakan di sekolah tidak hanya bagi anak-anak Penduduk Asli, tapi juga bagi para orangtua mereka. Hal ini karena kami berpikir bahwa juga penting bagi para orangtua diberikan pemahaman tentang jalur karier yang mungkin dapat membawa anak-anak mereka dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Dalam hal ini, mereka dapat melanjutkan untuk memotivasi anak-anak mereka dan membuat mereka berada pada jalurnya.

Kami juga berpikir bahwa akan sangat menguntungkan bila mahasiswa dapat mengadakan proyek pelayanan masyarakat seperti pameran pendidikan, perbincangan karier dan perkemahan berbahasa Inggris sehingga anak-anak dapat memahami tentang dunia luar dan termotivasi untuk meraih pendidikan mereka di level yang lebih tinggi.

Melalui pengamatan, penulis juga menyadari bahwa anak-anak Penduduk Asli menyukai tarian dan nyanyian - kemungkinan disebabkan karena latar belakang budaya mereka. Oleh karena itu, kami menyarankan para guru dapat memasukkan kegiatan tarian dan nyanyian tradisional ke dalam mata pelajaran, khususnya Bahasa Inggris,untuk membuat pelajaran lebih menyenangkan dan interaktif bagi para siswa.

Terakhir yang juga penting, pemerintah seharusnya juga meyakinkan bahwa bantuan dan insentif sekolah datang tepat waktu karena kemiskinan menjadi sebab nomer satu tingginya angka rata-rata putus sekolah di antara anak-anak Penduduk Asli (Kamarulzaman & Osman 2008). Laboratorium Komputer yang lengkap dengan akses internet seharusnya di setiap sekolah Penduduk Asli untuk memastikan bahwa anak-anak ini memiliki kesempatan untuk tetap berhubungan dengan kemajuan teknologi dan bersaing dengan masyarakat yang terus berubah.

Para penulis adalah mahasiswa Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM). Anda dapat menghubungi mereka melalui email: atau